Pemerintah Thailand Kesulitan Tangani Pengendalian Senjata Api

 


Pemerintah Thailand tengah menghadapi tantangan dalam upaya memperkuat langkah-langkah pengendalian senjata api, menyusul serangan membabi buta yang membawa korban di sebuah tempat penitipan anak pada bulan lalu.


Hari Minggu menandai satu bulan sejak seorang mantan petugas kepolisian yang bersenjata pistol dan pisau menyerang tempat penitipan anak di Thailand timur laut pada 6 Oktober. Ia membunuh 36 orang, termasuk 24 anak kecil.


Rakyat setempat tetap cemas insiden serupa dapat terjadi kembali dan keluarga para korban masih kesulitan menghadapi kehilangannya.


Pemerintah Thailand tengah meningkatkan upaya guna memperketat langkah-langkah pengendalian senjata api.


Orang-orang yang ingin mendapat izin kepemilikan senjata api kini harus menjalani tes psikologi. Pemerintah juga berencana mewajibkan mereka menjalani evaluasi mental lain setelah mendapatkan izin itu.


Namun, tantangannya adalah apakah langkah-langkah yang efektif bisa diterapkan karena sudah terdapat senjata api dalam jumlah yang amat besar di Thailand.


Sebuah lembaga riset di Swiss mengatakan terdapat lebih dari 10 juta senjata api milik pribadi di Thailand hingga 2017. Di ibu kota Bangkok, terdapat distrik dengan jejeran toko-toko yang menjual senjata api.


Orang-orang berusia 20 tahun ke atas dapat secara sah membeli senjata api apabila dapat membuktikan mereka memiliki pendapatan stabil dan tidak memiliki catatan pidana. Senjata api dengan harga lebih murah dijual seharga 30.000 baht, atau sekitar 800 dolar.


Perdagangan senjata api ilegal juga dikatakan tengah merajalela di Thailand.



Posting Komentar

0 Komentar